Pendidikan DIY

Diposting pada
Pendidikan
Sewa Elf Jogja – Penyebaran sekolah buat jenjang SD/MI hingga Sekolah Menengah sudah merata, serta menjangkau seluruh lokasi hingga ke pelosok desa. hitungan SD/MI yang adanya di DIY pada tahun 2008 ialah sebanyak 2035,. SMP/MTs/SMP Terbuka sebanyak 529, danSMA/MA/SMK sebanyak 381 sekolah negeri ataupun swasta. Ketersediaan daerah belajar sanggup disebut sudahcukup dengan rasio siswa per kelas buat SD/MI: 22, SMP/MTs: 33, SMA/MA/SMK: 31. sementara status ketersediaan guru di DIY tercatat cukup cukup dengan rasio siswa per guru buatSD/MI: 13, SMP/MTs: 11, SMA/MA/SMK: 9. buat tahun 2010 pembinaan guru jenjang SD/MI sejumlah 3900. guru sudah memenuhi kualifikasi dari jumlah 24093. guru. Jenjang SMP/MTssejumlah 3939. guru sudah memenuhi kualifikasi dari jumlah 12971. guru. serta buat SMA/MA sejumlah 4826. guru sudah memenuhi kualifikasi dari jumlah 15067. guru
Para lulusan jenjang SD/MI pada lazimnya sanggup melanjutkan ke SMP/MTs, sejalan kebijakan Wajib Belajar Pendidikan basis 9 Tahun yang dicanangkan pemerintah. terhadap tahun 2010, angka kelulusan SD/MI menggapai 96,47%, SMP/MTs menggapai 81,84% serta SMA/MA/SMK sebesar 88,98%. sementara angka putus sekolah pada tahun yang mirip sebesar 0,07% buatSD/MI; 0,17% buat SMP/MTs; serta 0,44% buat SMA/MA/SMK. sedangkan itu hitungan perguruan tinggi di DIY baik negeri, swasta ataupun kedinasan seutuhnya sejumlah 136 institusi dengan rincian 21 universitas, 5 institut, 41 sekolah tinggi, 8 politeknik serta 61 akademi yang diasuh oleh 9736. dosen
Kebudayaan

Wujud cagar budaya yang tetap dimanfaatkan sebagai daerah ibadah umat Hindu Indonesia
DIY membawa bervariasi potensi budaya, baik budaya yang tangible (fisik) ataupun yang intangible (non fisik). Potensi budaya yang tangible antara lain kawasan cagar budaya, serta benda cagar budaya sedang potensi budaya yang intangible seperti gagasan, proses nilai atau norma, karya seni, proses sosial atau tabiat sosial yang adanya didalam masyarakat
DIY memiliki tak tak cukup dari 515 Bangunan Cagar Budaya yang tersebar di 13 Kawasan Cagar Budaya. Keberadaan aset-aset budaya peninggalan peradaban tinggi jaman lampau tersebut, dengan Kraton sebagai institusi warisan adiluhung yang tetap terlestari keberadaannya, merupakan embrio, serta berikan spirit bagi tumbuhnya dinamika warga didalam berkehidupan kebudayaan lebih-lebih didalam berseni budaya, serta beradat tradisi. disamping itu, DIY tercatat membawa 30 museum, yang dua di antaranya yakni Museum Ullen Sentalu, serta Museum Sonobudoyo diproyeksikan menjadi museum internasional. terhadap 2010, kandungan benda cagar budaya tak bergeak didalam kategori baik sebesar 41,55%, seangkan kunjungan ke museum menggapai 6,42%

Keagamaan

Penduduk DIY mayoritas beragama Islam yakni sebesar 90,96%, selebihnya beragama Kristen, Katholik, Hindu, Budha. Sarana ibadah tetap merasakan perkembangan, pada tahun 2007 terdiri dari 6214 masjid, 3413 langgar, 1877 musholla, 218 gereja, 139 kapel, 25 kuil/pura serta 24 vihara/klenteng. hitungan pondok pesantren pada tahun 2006 sejumlah 260, dengan 260 kyai,serta 2694. ustaz dan 38103. santri. sementara hitungan madrasah baik negeri ataupun swasta terdiri dari 148 madrasah ibtidaiyah, 84 madrasah tsanawiyah serta 35 madrasah aliyah.kegiatan keagamaan tercatat sanggup dicermati dari naiknya hitungan jamaah haji dari tahun ke tahun, serta pada tahun 2007 terdapat 3064. jamaah haji.

Suku bangsa

Suku Bangsa di DIY, yaitu:

Nomor Suku Bangsa Jumlah Konsentrasi
1 Jawa 3.020.157 96,82%
2 Sunda 17.539 0,56%
3 Melayu 10.706 0,34%
4 Tionghoa 9.942 0,32%
5 Batak 7.890 0,25%
6 Minangkabau 3.504 0,11%
7 Bali 3.076 0,10%
8 Madura 2.739 0,09%
9 Banjar 2.639 0,08%
10 Bugis 2.208 0,07%
11 Betawi 2.018 0,06%
12 Banten 156 0,01%
13 Lain-lain 36.769 1,18%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *