6 Tips Untukmu yang Masih Mencari Pasangan Idaman

Diposting pada

Kontak Jodoh – Ternyata nyari jodoh itu susah, pake banget pula. Begitu banyak hal yang harus dipertimbangkan. Mulai berasal dari fisik, materi, keluarga, dll. Lalu, disaat bertemu orang-orang dan kita masih sendiri, pasti ditanya ‘kapan nikah?’. Kapan nikah berasal dari Hong Kong? Pasangan aja belum punya.
Akhirnya, suatu saat, aku sempat membeli sebuah buku. Pada sebuah bab disebutkan perihal langkah melacak pasangan. Terinspirasi berasal dari kata kunci yang aku ambil di sana, aku menyita kata kuncinya dan menuliskan bersama dengan bhs saya.

1. Banyak-banyaklah berdoa kepada Tuhan
Betapa banyak di pada kita yang luput perihal hal yang satu ini. Ketika mengalami bermacam macam ada masalah di dalam kerja, studi, dan masalah-masalah lainnya, kita tidak segan-segan untuk mengangkat tangan ke atas seraya berdoa berharap pertolongan. Bukankah jodoh pun bagian berasal dari apa yang sudah ditentukan oleh Tuhan? Lalu mengapa masih menahan diri berasal dari berharap kepadaNya?
Di dalam Islam kita dianjurkan untuk berdoa untuk segala kebutuhan, apalagi disaat sandal putus sekalipun. Termasuk terhitung disaat hendak memilih/menentukan calon pasangan idaman.

Tapi, ucapkanlah do’a yang setulus hati dan pasti senantiasa rasional, jangan rasa cinta kita pada seseorang membawa dampak kita berdoa yang bentuknya layaknya yang ada di bawah ini…

Ya, Tuhan. Kalau dia sesungguhnya jodohku, dekatkanlah.
Tapi jika bukan jodohku, jodohkanlah.

Jika dia tidak berjodoh denganku, maka jadikanlah kita jodoh.

Kalau dia bukan jodohku, jangan hingga dia sanggup jodoh yang lain, tak hanya aku.

Kalau dia tidak sanggup dijodohkan denganku, jangan hingga dia sanggup jodoh yang lain, biarkan dia tidak berjodoh sama layaknya diriku.

Dan kala dia sudah tidak memiliki jodoh, jodohkanlah kita kembali.

Kalau dia jodoh orang lain, putuskanlah! Jodohkanlah denganku.

Jika dia senantiasa jadi jodoh orang lain, biarlah jodohnya itu ketemu jodoh bersama dengan yang lain dan lantas jodohkan ulang dia denganku.

Kalau yang begitu sih namanya maksa, bukan do’a.

2. Meminta Bantuan pada Teman, Orang Tua, Keluarga, Guru, yang Baik dan Dapat Dipercaya
Tidak sanggup dipungkiri, bahwa sebagai makhluk sosial, kita sangat sulit untuk melewatkan diri berasal dari keterkaitan bersama dengan orang lain. Tidak ada persoalan jika harus berharap kepada mereka untuk membantu. Misalnya, berharap pertolongan kepada teman untuk menyomblangkan bersama dengan teman lainnya, atau kepada orang tua dan keluarga siapa sadar mereka memiliki kerabat yang memiliki anak.
Dalam melacak jodoh, tolong mendukung layaknya ini adalah hal yang sangat diperlukan. Karenanya, lapangkanlah hati seluas-luasnya untuk menerima masukan dan pertolongan berasal dari orang lain. Karena kelak hal tersebut dapat bermanfaat bagi kita. Penting untuk diketahui terhitung bahwa inilah tidak benar satu keuntungan mempererat silaturahim, gara-gara orang yang mempererat silaturahim dapat mempermudah jodoh mereka.

3. Lakukan Penjajakan pada Tempat – Tempat Terbaik
Kemana sih kita harus melaksanakan penjajakan? Itu terserah pada kita. Tetapi kita harus mengatur bersama dengan visi dan misi kita untuk menikah. Ada yang idamkan menikah cuma gara-gara senang memiliki istri yang gaul misalnya, maka mereka dapat mencarinya ke mall. Atau yang barangkali lebih ekstrim dapat melacak ke klab-klab malam.
Tapi pasti tidak ada jaminan yang baik berasal dari pasangan yang ditemukan melalui tempat-tempat layaknya itu, gara-gara kita ada masalah untuk melacak sadar perihal mutu orang tersebut.
Menurut irit saya, seseorang yang memiliki visi dan misi yang baik di dalam pernikahan dapat mencarinya di tempat yang lebih terjamin kualitasnya. Ada yang melacak ke masjid bila gara-gara senang melacak pasangan yang shalih/shalihah. Jika bertemu bersama dengan orang tua yang shalih, pasti buah tak jatuh berasal dari pohonnya, maka bapak-bapak yang ada di sana sanggup jadi tidak benar satu obyek yang sanggup anda jajaki.

4. Mengikuti Kegiatan-Kegiatan Sosial yang Positif dan Membangun Kepribadian Diri

Jangan sangat kerap sendiri. Libatkan diri pada kegiatan-kegiatan sosial di kira-kira kita. Mungkin bersama dengan langkah tersebut dapat terhubung pandangan kita, dan terhitung terhubung jaringan-jaringan kita. Hal tersebut secara tidak segera dapat menempa kita dalam bekerja kendati tidak ada bayaran. Dedikasi-dedikasi kita di dalam aktivitas sosial itu barangkali tidak dihargai, namun menjadikan kita lebih berdiri sendiri dan yakin diri.
Btw, jangan yakin foto di atas, itu foto yang disita dalam sebuah kuliah lapangan berjudul ‘Ecological Engineering’.

5. Merantaulah

Tidak sedikit teman-teman sesama perantau berasal dari bermacam tempat yang pada akhirnya tinggal di dalam atap yang sama. Mungkin gara-gara mereka sudah ditakdirkan untuk bertemu dalam perantauan. Mereka bukanlah manusia-manusia yang ditunggu pasangan idaman. Tetapi, di tengah hidup dalam perantauan yang berbalut rasa sepi, kadang waktu memancing hati untuk saling berbagi, berasal dari sikap saling sharing memberikan rasa berbunga-bunga di hati.
Tentu pernikahan pada tetangga lebih jarang kita temukan ketimbang mereka yang cinlok (cinta lokasi) di perantauan, bukan?

6. Hindari Hal-Hal yang Menghambat Jodoh

a. Studi
Seringkali aktivitas studi membawa dampak seorang wanita misalnya, terlambat menikah. Selain prioritas studi menahan waktu, terhitung jadi halangan seseorang untuk melamarnya sesudah studi selesai kelak. Karena hal tersebut sanggup tingkatkan standar kita dalam pilih pasangan gara-gara terdapatnya permohonan memperoleh pasangan yang sekufu (setara).
A: Kapan aku sanggup menikah denganmu?
B: Hmm, aku masih kuliah.
A: Gpp, aku tungguin kok, kan sebentar ulang wisuda?
B: Tapi aku masih senang lanjut sampe s-3, dua kali.
A: …
b. Standar yang Tinggi
Di sebagian tempat di Indonesia, biaya pernikahan yang mahal adalah tidak benar satu halangan pernikahan. Karena biasanya wanita dilamar bersama dengan harga yang cocok bersama dengan kesepakatan bersama dengan mertua. Padahal, sesudah pernikahan masih banyak kebutuhan-kebutuhan yang harus mereka keluarkan.
Tidak jarang hal ini jadi polemik. Bahkan barangkali dulu di pada anda yang dulu membaca kisah perihal seorang gadis yang menangis datang ke pernikahan sang mantan, cuma gara-gara sang mantan tak sanggup membayar duit pernikahan yang pada akhirnya berujung pada penolakan berasal dari calon mertua. Belum ulang calon mertua yang sangat perhitungkan bibit bebet bobot, ningrat atau umum, dsb.
c. Pengaruh Media Massa
Tidak sanggup dipungkiri, akhir-akhir ini kita sangat gampang terbawa oleh arus mode yang sudah diatur oleh sarana massa. Majalah, TV, Koran, seakan jadi buku wejangan dalam melacak pasangan yang sempurna. Tidak jarang jika para laki laki dan wanita sangat pilah pilih di dalam pilih pasangan. Mengharapkan pasangannya seganteng/secantik dan seromantis cowok/cewek Kore*, padahal semua itu palsu dan semu.
Saya pun mencoba konsultasi bersama dengan orang kira-kira saya, apalagi sebagian besar berasal dari mereka sudah menikah. Pernah seseorang memberikan nasehat, carilah istri yang cocok bersama dengan cita-citamu. Cita-cita di sini adalah cita-cita dalam berumah tangga. Misalnya anda idamkan hidupmu lebih terarah, carilah istri yang disiplin, jika idamkan memiliki anak yang pintar, carilah istri yang pintar, dstnya.

Akhir kata, semoga kita memperoleh jodoh yang terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *